Hasil tersebut membuat skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto finis di posisi ketiga klasemen akhir Grup A dengan raihan 4 poin, berada di bawah Vietnam dan Malaysia yang berhasil melaju ke babak semifinal.
Kegagalan ini tidak lepas dari hasil kurang maksimal yang diraih Garuda Muda sepanjang fase grup, meski sempat membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan.
Hasil imbang melawan Vietnam menjadi penentu yang memastikan langkah Indonesia terhenti di fase grup.
Sebelumnya, Timnas U-17 meraih kemenangan 4-0 atas Timor Leste pada laga pembuka, namun harus menelan kekalahan krusial 0-1 dari Malaysia yang menjadi titik balik menurunnya peluang lolos.
Pada laga penentuan melawan Vietnam, strategi permainan yang cenderung bertahan menjadi sorotan, mengingat Indonesia membutuhkan kemenangan untuk mengamankan tiket ke semifinal.
Pendekatan taktik tersebut dinilai kurang efektif dalam menciptakan peluang berbahaya, sehingga Indonesia gagal mencetak gol hingga akhir pertandingan.
Upaya tim pelatih untuk meningkatkan mental pemain, termasuk dengan menghadirkan psikolog pasca kekalahan dari Malaysia, juga belum mampu mengangkat performa tim secara signifikan.
Dengan hasil ini, Timnas Indonesia U-17 harus mengakhiri perjalanan di turnamen lebih awal, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam mempersiapkan kompetisi kelompok umur berikutnya.
Kegagalan ini menunjukkan pentingnya konsistensi performa dan keberanian dalam mengambil inisiatif permainan, terutama dalam laga penentuan yang membutuhkan hasil maksimal. (IM)
