HOT

12/recent/ticker-posts

Hari Pertama UTBK 2026 Diwarnai Kecurangan, Joki hingga Alat Canggih Terbongkar

BIRKATV NEWS | Makassar – Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 yang dimulai Selasa (21/4/2026) langsung diwarnai temuan berbagai praktik kecurangan di sejumlah pusat ujian di Indonesia.

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mengungkap sejumlah modus yang digunakan peserta, mulai dari perjokian hingga penggunaan alat komunikasi tersembunyi.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, menjelaskan bahwa praktik kecurangan yang ditemukan terbagi dalam dua pola utama.

“Kami menemukan praktik perjokian serta penggunaan perangkat komunikasi canggih yang disembunyikan peserta saat ujian berlangsung,” ujar Eduart Wolok.

Modus pertama adalah penggunaan joki dengan memanfaatkan pemalsuan dokumen, termasuk manipulasi identitas lintas tahun serta perubahan data peserta agar dapat mengikuti ujian dengan nama berbeda.

Selain itu, ditemukan pula praktik penggunaan alat bantu digital seperti earpiece yang dimasukkan ke dalam telinga untuk menerima jawaban secara langsung dari pihak luar, serta penyelundupan ponsel di bagian tubuh tertentu.

Temuan kecurangan tersebut terjadi di sejumlah kampus, di antaranya Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Malang (UM), serta UPN Veteran Jawa Timur.

Di salah satu lokasi, bahkan ditemukan alat bantu dengar yang harus dikeluarkan dengan bantuan tenaga medis, menunjukkan tingkat kecanggihan modus yang digunakan peserta.

Panitia SNPMB bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa pelaku kecurangan akan dikenakan sanksi tegas.

Sanksi tersebut meliputi diskualifikasi dari seleksi SNBT 2026, tidak diberikan sertifikat nilai, hingga potensi blacklist untuk mengikuti seleksi perguruan tinggi negeri di masa mendatang.

Untuk kasus yang melibatkan sindikat, panitia juga telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna proses lebih lanjut.

Dengan meningkatnya temuan pelanggaran di hari pertama, panitia kini memperketat pengawasan di seluruh pusat UTBK guna menjaga integritas dan kredibilitas seleksi nasional tersebut. (AND)