BIRKATV NEWS | Makassar – Pemerintah Kota Makassar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Niño yang diprediksi terjadi pada musim kemarau 2026.
Langkah ini diambil setelah BMKG memprediksi El Niño mulai berkembang pada Mei hingga Juni 2026 dengan peluang mencapai 50 hingga 80 persen, yang berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih kering dan panjang.
BPBD Makassar telah mengidentifikasi sejumlah wilayah rawan kekeringan, di antaranya Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah di wilayah utara, serta Manggala dan Biringkanaya di bagian timur Kota Makassar.
“Kami menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, termasuk distribusi air bersih ke wilayah yang berpotensi terdampak,” ujar perwakilan BPBD Makassar.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD berkoordinasi dengan PDAM Kota Makassar dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk menyiagakan armada mobil tangki air yang akan menyalurkan bantuan air bersih langsung ke permukiman warga.
Selain itu, posko pengaduan akan dibuka di tingkat kecamatan guna mempercepat respons terhadap laporan masyarakat terkait krisis air bersih.
Pemerintah Kota Makassar juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air serta mulai menyiapkan cadangan air sebagai langkah antisipasi mandiri.
Sejumlah lembaga, termasuk BRIN dan lembaga internasional seperti NOAA, turut memperingatkan potensi kekeringan ekstrem akibat fenomena El Niño yang diperkirakan berdampak luas di Indonesia.
Dengan langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini, pemerintah berharap dampak kekeringan dapat diminimalisir serta kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. (IM)
