BIRKATV NEWS | Makassar – Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2026 di Kota Makassar, Rabu (29/4/2026), dimanfaatkan Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat edukasi kebencanaan sejak usia dini melalui peluncuran program inovatif bertajuk SALAMA (Sahabat Anak Afirmasi Aman Bencana).
Program ini secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya anak-anak, dalam menghadapi potensi bencana.
SALAMA dikemas dalam bentuk kegiatan outbound edukatif yang interaktif dan menyenangkan, dengan sasaran peserta mulai dari tingkat PAUD hingga SMP. Melalui pendekatan ini, anak-anak diberikan pemahaman dasar mengenai mitigasi bencana, seperti cara menghadapi banjir, kebakaran, hingga situasi darurat lainnya tanpa menimbulkan kepanikan.
Wali Kota Makassar menegaskan bahwa edukasi sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar, serta Kepala BMKG Wilayah IV Nasrol Adil, S.Si, M.T., bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI-Polri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Selain peluncuran program SALAMA, rangkaian kegiatan juga diisi dengan apel kesiapsiagaan, gelar pasukan, serta pengecekan peralatan penanggulangan bencana. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk ancaman kekeringan yang mulai diantisipasi dengan penyiapan ribuan tandon air di sejumlah wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya penetapan status tanggap darurat sebagai langkah strategis dalam mempercepat penanganan bencana. Status ini memungkinkan pemerintah daerah mengakses berbagai sumber pendanaan, seperti Belanja Tidak Terduga (BTT), Dana Siap Pakai (DSP), serta dukungan dari pemerintah pusat.
Pihak BPBD Makassar menekankan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana sangat bergantung pada kesiapan masyarakat itu sendiri.
“Sekitar 95 persen penyelamatan dalam situasi bencana dilakukan oleh individu, keluarga, dan lingkungan sekitar. Karena itu, masyarakat harus menjadi subjek, bukan hanya objek dalam penanggulangan bencana,” ujar perwakilan BPBD.
Ia menambahkan, kesiapan masyarakat akan sangat menentukan efektivitas penanganan di lapangan serta mampu meminimalisir dampak dan potensi kepanikan saat bencana terjadi.
Melalui peringatan HKBN 2026 ini, BPBD Kota Makassar berharap kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dapat terus meningkat, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan semata.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Makassar juga akan menggelar gladi kesiapsiagaan dalam waktu dekat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, guna memastikan kesiapan teknis dan koordinasi berjalan optimal menjelang puncak musim kemarau. (IM/SYARIF)
