BIRKATV NEWS | Makassar — PSM Makassar akhirnya memastikan diri bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah resmi lolos dari ancaman degradasi pada pekan ke-32 Super League 2025/2026.
Kepastian tersebut didapat meski Pasukan Ramang harus menelan kekalahan telak 0-3 saat menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan pada 9 Mei 2026. Namun, hasil imbang 0-0 antara Persis Solo dan Persebaya Surabaya menjadi penentu keselamatan PSM dari zona merah.
Hingga pekan ke-32, PSM Makassar berada di posisi ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 34 poin dari 32 pertandingan. Sementara Persis Solo yang berada di peringkat ke-16 baru mengumpulkan 28 poin dan dipastikan tidak dapat melampaui posisi PSM karena kalah head-to-head.
Pada pertemuan musim ini, PSM sukses menang 4-3 di putaran pertama dan bermain imbang 1-1 pada putaran kedua. Keunggulan rekor pertemuan tersebut memastikan Juku Eja tetap berada di atas Persis meskipun nantinya memiliki poin sama di akhir musim.
Sementara itu, Semen Padang FC dan PSBS Biak dipastikan terdegradasi setelah gagal keluar dari dua posisi terbawah klasemen. Madura United sendiri masih belum aman dan masih berjuang menjauh dari zona degradasi.
Meski berhasil bertahan, performa PSM musim ini mendapat sorotan tajam. Manajemen klub dikabarkan langsung bergerak cepat menyusun program restrukturisasi besar-besaran untuk menghadapi musim 2026/2027 agar tidak kembali terpuruk di papan bawah.
Evaluasi menyeluruh disebut akan dilakukan terhadap komposisi skuad, khususnya sektor pertahanan yang menjadi salah satu titik lemah utama musim ini. Selain itu, muncul pula spekulasi mengenai kemungkinan hadirnya pelatih asing baru guna membawa pendekatan taktik yang lebih segar bagi tim berjuluk Pasukan Ramang tersebut.
Di tengah proses evaluasi, manajemen juga dikabarkan mulai fokus mempertahankan sejumlah pemain inti yang menjadi tulang punggung tim. Beberapa pemain asing disebut telah mendapat perpanjangan kontrak untuk menjaga stabilitas skuad musim depan.
Dari sisi administrasi dan finansial, kondisi PSM disebut jauh lebih stabil dibanding beberapa musim sebelumnya. Klub perlahan mulai terbebas dari berbagai hambatan administratif serta persoalan sanksi FIFA yang sempat membatasi aktivitas perekrutan pemain.
Dukungan sponsor juga terus diperkuat demi menunjang persiapan tim menghadapi musim baru. Pemerintah Kota Makassar pun turut memberikan perhatian terhadap pengembangan fasilitas latihan, termasuk optimalisasi Stadion Kalegowa sebagai pusat pembinaan dan latihan tim.
Manajemen berharap semangat “Siri’ na Pacce” kembali menjadi identitas permainan PSM musim depan guna mengembalikan kejayaan serta meningkatkan antusiasme suporter yang sempat menurun akibat performa inkonsisten sepanjang musim ini.
Dengan dua laga tersisa di musim 2025/2026, PSM kini berupaya menutup kompetisi dengan hasil positif sekaligus menjadi awal kebangkitan menuju musim yang lebih kompetitif.
(REPORTER BIRKATV/IM)
