Meski tak sering diceritakan, hari ini
adalah masa yang dinantikan
kau gegas melempar sauh
setelah jalan yang kau tempuh
tiba jua di penghujung kerisauan
temali-temali kapal kau ikatkan
tangga-tangga kayu kau turunkan
sekalipun ada suara meratap
yang kau tangkap adalah gema lain
dari bisikan tua yang termaktub
di debur bibirmu yang pantai.
kau mencari-cari kabar tentangnya
mencuri-curi kerling ke tiap penjuru
seperti halimun yang meraung
di derai-derai hujan
ada hati diamuk letih
semenjak seluruh rongganya
dipenuhi semut rangrang yang datang
bersarang di malam-malam penentuan
di gelap matamu yang hutan.
kata-katamu melepuh
dan memilih pasrah
pulang dengan membawa
seluruh kehidupan di abad ini
menemuinya. Duhai ayah
Fatimah Az-Zahra.
dimana ibu Khadijahku, ayah ?
dalam kepala, kota tak pernah hening
lorong-lorongnya terus nyala
tak pernah padam
dan kutahu Ibu selalu mampu
dendangkan kidung penghiburan
seperti tatkala ayah memahat keluh
di dinding-dinding sunyi Gua Hira
di malam-malam piatu.
" Salamun alaikum
bima shabartum "
(HusniHamisi, 2025)
---
Di Telepon Genggam Abad Ini
Hari ini orang-orang kembali bertengkar
oleh potongan-potongan ayat
dan aku kembali melihatmu
dengan tombak yang masih
tertanam di rusuk sejarah
angin gurun belum selesai.
kau tahu Hamzah,
di abad ini
semua orang ingin terlihat tulus
tanpa pernah benar-benar terluka
mereka meraung di layar handphone
lalu gemetar tatkala memeluk sunyi
aku menemui baginda
duduk di dekat tubuhmu
dengan mata pecah
tak ada suara rintihan
tak ada sorai kemenangan
hanya debu-debu Uhud
dan seorang paman yang pulang
menjadi lubang di dada kenabian
malam kian larut
jalanan kota terus menyala
dan notifikasi tak berhenti berbunyi
sementara darahmu
masih belum kering
di batu-batu itu.
Paccerakkang, 2026
---
Di Lampu Merah Kota
lampu merah menyala
dan lelaki itu menatap wajahnya
di kaca mobil tuanya sendiri
orang-orang berlomba jadi benar
di abad yang gemar menghakimi
aku teringat padamu,
Abu Sofyan.
malam-malam Fathul Makkah
tak jauh beda dengan kotaku hari ini
semua orang takut kalah.
dan lampu hijau kembali nyala
mobil-mobil bergerak lagi
sementara sebagian hati terjebak
di lampu merah masa lalunya sendiri.
Idul Adha, 2026
