HOT

12/recent/ticker-posts

Ratusan Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M 6,7 di Sulawesi Tengah, Warga Diminta Tetap Waspada

BIRKATV NEWS | PALU – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA terus diikuti aktivitas gempa susulan dalam jumlah besar. Hingga Rabu (17/6/2026) pukul 01.55 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ratusan gempa susulan (aftershock) telah terjadi di wilayah terdampak.

Gempa utama diketahui berpusat di darat dan dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu. BMKG memastikan peristiwa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan guncangan susulan.

Selain menimbulkan kepanikan, bencana ini juga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah lokasi. Berdasarkan laporan yang beredar hingga Rabu dini hari, satu orang warga di Kabupaten Sigi dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka ringan.

Kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi di berbagai titik. Plafon Kantor Bupati Sigi runtuh akibat guncangan keras, sementara dinding Hotel Santika Palu mengalami retak-retak. Bangunan di Universitas Tadulako turut terdampak, sedangkan pasien di Rumah Sakit Samaritan sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi.

Di kawasan permukiman, sejumlah rumah warga dan rumah ibadah di Kecamatan Palolo serta Nokilalaki mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Tim dari pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan untuk memastikan kondisi bangunan dan kebutuhan penanganan lanjutan.

BMKG menyebut kekuatan gempa susulan cenderung terus menurun, dengan magnitudo terbesar yang tercatat setelah gempa utama mencapai M5,2. Meski demikian, warga diimbau menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak hingga dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Pemerintah dan petugas penanggulangan bencana terus melakukan pemantauan di lapangan serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG maupun instansi terkait guna menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.


(REPORTER BIRKATV NEWS / IM)