BIRKATV NEWS | Budaya dan Sastra – Hujan sering hadir sebagai peristiwa alam. Namun, di tangan seorang penyair, hujan menjelma menjadi bahasa yang menyampaikan doa, harapan, dan perenungan. Melalui puisi "Risalah Hujan", Sultan Musa mengajak pembaca menyelami makna hujan bukan sekadar sebagai air yang turun dari langit, melainkan sebagai rahmat yang mengetuk batin manusia.
Dengan diksi yang liris dan penuh simbol, puisi ini menghadirkan hubungan yang erat antara alam, manusia, dan Sang Pencipta. Hujan digambarkan sebagai pembawa kehidupan sekaligus pengingat bahwa setiap peristiwa memiliki pesan bagi mereka yang bersedia merenungkannya.
Berikut puisi selengkapnya.
Oleh: Sultan Musa
diberi sempat untuk menebar hayat
jatuh memeluk hamparan bumi
menyemai kabar dari Sang Pembawa Rahmat
tak terkira curah yang tumpah
mengetuk atap, mengeja kata
menerjemahkan bahasa rahasia
dari raut jiwa yang menengadah doa
air yang turun berjatuhan
seperti lembaran tak terputus
menyapa rongga halaman kosong
yang tak selesai dibaca
atau menyentuh ruang telah lama kering
pada tanah yang lupa basah
kadangkala dentuman petir hadir
bukan hiruk membelah getir
juga bukan teguran membelah lupa
melahirkan zikir yang keras
mengabarkan pada jiwa
bahwa alam pun sedang bersujud
langit kau bentangkan sebagai lembar
tempat tanda-tanda jatuh berjejal
dalam sangka kau pun menulis
catatan gugur di tubuh waktu
yang belajar membaca dirinya sendiri
dari jatuh air, waktu hanya jeda
agar tak bersandar pada lelah
dan menjauh dari kata menyerah
di negeri batin manusia hanya tafsir
membasuh usia hingga sunyi mengerti
siapa yang sedang dituju
berjumpa
berjumpa
2006
Tentang Penyair
Sultan Musa merupakan penyair asal Samarinda, Kalimantan Timur. Karya-karyanya telah dimuat di berbagai media cetak dan elektronik, serta sejumlah antologi puisi nasional maupun internasional. Puisinya juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Italia, Spanyol, dan Argentina. Namanya tercatat dalam buku Apa & Siapa Penyair Indonesia terbitan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2017).
(REDAKSI BIRKATV / IM)
