BIRKATV NEWS | Budaya dan Sastra – Setiap daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal yang menjadi pedoman hidup masyarakatnya. Di tanah Bugis, salah satu nilai luhur yang diwariskan lintas generasi adalah Sipakamase, sebuah falsafah yang mengajarkan manusia untuk saling mengasihi, saling peduli, dan saling memuliakan. Nilai tersebut tidak hanya hidup dalam petuah para leluhur, tetapi juga hadir dalam tindakan nyata yang memperkuat ikatan sosial dan kemanusiaan.
Melalui puisi "Hulu Tubuh Sipakamase", Sultan Musa mengangkat nilai luhur tersebut dalam untaian kata yang sarat makna. Penyair mengajak pembaca merenungkan bahwa kasih sayang bukan sekadar ungkapan, melainkan sikap hidup yang tercermin dalam kepedulian terhadap sesama. Dengan diksi yang puitis dan reflektif, puisi ini menjadi pengingat bahwa budaya akan tetap hidup selama nilai-nilai luhurnya terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut puisi selengkapnya.
HULU TUBUH SIPAKAMASE
kita lahir dari nadi yang sama—
darah Bugis yang tak sekadar mengalir,
tapi menumbuhkan rasa di dada sesama
bila tangis terdengar
dari rumah tetangga
kita tak menutup pintu
tangan kita bukan hanya milik sendiri,
tapi juga mereka yang luka dan sunyi
Sipakamase, bukan sekadar bergaung
ia nyala di senyuman Ibu saat memberi nasi terakhirnya
ia gemetar di tangan Ayah saat mengangkat beban saudara
ia hidup dalam kebaikan, dalam tindakan tanpa pamrih
Engngerangngi pappedecenna tau laingnge lao rialemu
Engngerangngi pappeja'mu lao ripadammu rupa tau
Ingatlah kebaikan orang lain terhadap dirimu
Ingat juga keburukan dirimu terhadap orang lain
tak ada yang terlalu miskin untuk memberi
tak ada yang terlalu kaya untuk menerima sebab Sipakamase bukan soal mampu,
ia soal hati yang tahu bagaimana menjadi manusia
Alupaiwi pappeja'na padammu tau lao rialemu
Alupaiwi pappedecemmu lao ripadammu rupa tau
Lupakan kebaikanmu terhadap orang lain
Lupakan keburukan orang lain terhadap dirimu
saat tubuh berjalan lebih jauh
kita jaga ia bersama ingatan kasih
tak hanya jiwa, tapi juga memuliakan
waktu tak pernah berhenti
dari hati yang hanya peduli
tak cukup dengan mengerti dan mendengar
ia tetap menunggu
ia butuh ketulusan
ia butuh Sipakamase
2025
Tentang Penyair
Sultan Musa merupakan penyair asal Samarinda, Kalimantan Timur. Karya-karyanya telah dimuat di berbagai media cetak dan elektronik, serta sejumlah antologi puisi nasional maupun internasional. Puisinya juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Italia, Spanyol, dan Argentina. Namanya tercatat dalam buku Apa & Siapa Penyair Indonesia terbitan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2017).
Catatan Redaksi
Hulu Tubuh Sipakamase menjadi penutup yang kuat dalam rangkaian puisi Sultan Musa yang dipublikasikan di rubrik Budaya dan Sastra BIRKATV. Setelah menghadirkan refleksi tentang alam, kerinduan, dan kekayaan budaya Nusantara, puisi ini membawa pembaca pada inti nilai yang menjadi denyut kehidupan masyarakat Bugis, yakni Sipakamase—falsafah saling mengasihi, saling peduli, dan memuliakan sesama sebagai jalan merawat kemanusiaan.
Melalui rubrik Budaya dan Sastra, BIRKATV berharap karya-karya sastra seperti ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi para penyair, tetapi juga menjadi jembatan yang mempertemukan pembaca dengan nilai-nilai luhur budaya Nusantara yang tetap relevan di tengah perubahan zaman.
(REDAKSI BIRKATV / IM)
