BIRKATV NEWS | Makassar – Kapolsek Tamalanrea, Kompol Mustari Alam, S.Sos., menghadiri Simposium dan Haul 400 Tahun Syaikh Yusuf Al Makassary yang digelar di Auditorium KH. Muhyiddin Zain, Kampus Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Ghazali, Kamis (9/7/2026) sore.
Kehadiran Kompol Mustari Alam mewakili Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., sebagai bentuk dukungan Polri terhadap kegiatan keagamaan sekaligus komitmen dalam menjaga warisan sejarah, budaya, dan memperkuat sinergi bersama ulama, akademisi, serta pemerintah.
Mengusung tema "Menjaga Tanah Leluhur dalam Filosofi To Mangkasara", simposium tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Menteri ATR/BPN RI Nusron Wahid yang turut memberikan tausiah haul, Andi Majdah M. Zain, Nadjamuddin Abduh Shafa, Fatimah Kalla, Munafri Arifuddin, serta para pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Sulawesi Selatan.
Turut hadir pula Rektor UIM Al-Ghazali Muammar Bakry, Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa, Plt. Rektor Universitas Negeri Makassar Farida Patittingi, Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang Rusdi Nur, bersama para akademisi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Mustari Alam menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam haul ulama besar merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan warisan keilmuan para tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa.
"Syaikh Yusuf Al Makassary merupakan sosok ulama, pejuang, dan teladan yang nilai-nilai perjuangannya masih sangat relevan hingga saat ini. Kehadiran kami mewakili Kapolrestabes Makassar sebagai bentuk dukungan Polri terhadap upaya menjaga dan melestarikan warisan sejarah, budaya, serta memperkuat sinergi dengan para ulama, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan keamanan," ujar Kompol Mustari Alam.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam simposium tersebut mengandung makna mendalam tentang pentingnya menjaga tanah leluhur, mempertahankan identitas budaya, serta melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari filosofi masyarakat Makassar.
Suasana simposium dan haul berlangsung khidmat, penuh hikmat, dan sarat nilai kebangsaan. Selain menjadi momentum mengenang perjuangan serta pemikiran Syaikh Yusuf Al Makassary, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antara pemerintah, aparat keamanan, ulama, akademisi, dan masyarakat dalam memperkokoh persatuan serta membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, budaya, dan kebangsaan.
(REPORTER BIRKATV/M.IRFAN)
