BIRKATV NEWS | Makassar, 11 Juli 2026 – Pemerintah Kelurahan Paccerakkang bersama KKN Tematik Universitas Bosowa menggelar uji coba pemilahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Paccerakkang. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis lingkungan sekaligus mengevaluasi tingkat pemahaman masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
Program tersebut sejalan dengan pengembangan kawasan urban farming di TPS3R Paccerakkang yang kini telah memiliki sektor pertanian dan perikanan. Karena itu, pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting yang terus diperkuat agar mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Lurah Paccerakkang, Henni A. Nandang, S.Sos., M.M., mengapresiasi peran aktif seluruh Ketua RT, Ketua RW, serta para penyuluh yang selama ini konsisten mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah.
"Alhamdulillah, tingkat pemahaman masyarakat sudah mencapai sekitar 70 persen. Namun edukasi harus terus dilakukan karena masih ditemukan sampah organik, seperti kulit pisang dan daun-daunan, yang tercampur dengan sampah residu," ujarnya.
Selain menjadi evaluasi lapangan, kegiatan kolaborasi antara Pemerintah Kelurahan Paccerakkang dan KKN Tematik Universitas Bosowa juga dimanfaatkan sebagai pembekalan bagi tenaga pemilah sampah di TPS3R. Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pemilahan sehingga berjalan lebih efektif dan sesuai standar pengelolaan sampah.
Hasil uji coba menunjukkan capaian yang menggembirakan. Volume sampah residu mengalami penurunan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya sampah yang dikirim warga mencapai dua unit viar, setelah dilakukan pemilahan jumlah sampah residu yang harus dibuang hanya tersisa sekitar satu unit viar.
Menariknya, sampah sisa makanan hampir tidak lagi ditemukan karena sebagian besar telah dimanfaatkan melalui kegiatan urban farming dan pengomposan yang dikelola oleh RT dan RW. Kondisi ini menjadi indikator bahwa kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik mulai menunjukkan hasil positif.
Lurah Paccerakkang berharap sinergi antara pemerintah kelurahan, KKN Tematik Universitas Bosowa, serta seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar budaya memilah sampah dari rumah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.
"Semakin sedikit sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, maka semakin besar manfaat yang kita berikan bagi lingkungan. Kami berharap Paccerakkang dapat menjadi contoh kelurahan yang berhasil menerapkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara berkelanjutan," tutupnya.
Melalui uji coba ini, Kelurahan Paccerakkang menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta mendukung pembangunan kawasan yang berwawasan lingkungan di Kota Makassar.
(REPORTER BIRKATV/M.IRFAN)
